Prestasi
Punya 3 Program Unggulan, Lulusan Prodi Teknologi Informasi UNPARI jadi Talenta Paling Dicari 2026
Dipublikasikan oleh Admin Prodi TI UNPARI
Kampus yang kini dipimpin Rektor Assoc. Prof. Dr. H. Rudi Erwandi, M.Pd tersebut memiliki 24 Prodi untuk Program Kuliah S1, S2, dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Salah satu program S1-nya, yakni Prodi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.
Ketua Prodi Teknologi Informasi UNPARI Ahmad Marsehan, M.Kom saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID menjelaskan, Prodi Teknologi Informasi berdiri bersamaan dengan perubahan status STKIP PGRI Lubuklinggau menjadi Universitas PGRI Silampari atau UNPARI pada 18 Januari 2022. Di Prodi Teknologi Informasi UNPARI saat ini memiliki 5 dosen homebase prodi, dan semuanya sudah mempunyai jabatan fungsional.
Marsehan menjelaskan, Pembukaan Prodi Teknologi Informasi di UNPARI didasarkan pada empat pilar utama yang saling terkait: kebutuhan pasar, kesiapan institusi, kontribusi pada pembangunan daerah, dan mandat kebijakan nasional. Revolusi digital telah menjadikan setiap perusahaan sebagai perusahaan teknologi. Sektor perbankan bertransformasi menjadi digital banking, ritel berevolusi menjadi e-commerce, pendidikan bergeser ke arah edtech, bahkan sektor pertanian dan pertambangan kini mengadopsi Internet of Things (IoT) dan otomatisasi berbasis data. Hasil riset lintas platform pencarian kerja menunjukkan bahwa lowongan di bidang teknologi informasi konsisten berada di 10 besar posisi paling dicari setiap tahunnya. Posisi seperti software engineer, data analyst, cyber security specialist, network administrator, dan IT project manager menjadi tulang punggung operasional perusahaan modern. Selama ini, konsentrasi lulusan TI masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.
Sementara itu, kota/kabupaten di luar pusat pertumbuhan konvensional mengalami kelangkaan talenta IT. Akibatnya, industri di daerah kesulitan merekrut tenaga IT lokal dan harus mendatangkan dari luar kota dengan biaya lebih tinggi.
Lulusan Teknologi Informasi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Ekosistem startup digital Indonesia tumbuh pesat dan menjadi salah satu yang terdepan di Asia Tenggara. Prodi Teknologi Informasi yang membekali mahasiswa dengan keterampilan membangun produk digital, memahami pasar, dan mengelola proyek teknologi akan melahirkan wirausaha-wirausaha baru berbasis inovasi.
"Dengan membuka Prodi Teknologi Informasi, UNPARI menegaskan posisinya sebagai pusat unggulan (center of excellence) di bidang teknologi informasi tingkat regional. Hal ini akan mendorong efek berganda (multiplier effect)," jelasnya.
Ia kembali menegaskan, lulusan Prodi Teknologi Informasi diproyeksikan menjadi talenta paling dicari tahun 2026 karena transformasi digital di sektor pemerintahan, perbankan, logistik, dan UMKM. Seperti Software Developer / Engineer, Web Developer, UI/UX Designer, Mobile Application Developer dan masih banyak lain nya.
Kampus yang kini dipimpin Rektor Assoc. Prof. Dr. H. Rudi Erwandi, M.Pd tersebut memiliki 24 Prodi untuk Program Kuliah S1, S2, dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Salah satu program S1-nya, yakni Prodi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.
Ketua Prodi Teknologi Informasi UNPARI Ahmad Marsehan, M.Kom saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID menjelaskan, Prodi Teknologi Informasi berdiri bersamaan dengan perubahan status STKIP PGRI Lubuklinggau menjadi Universitas PGRI Silampari atau UNPARI pada 18 Januari 2022. Di Prodi Teknologi Informasi UNPARI saat ini memiliki 5 dosen homebase prodi, dan semuanya sudah mempunyai jabatan fungsional.
Marsehan menjelaskan, Pembukaan Prodi Teknologi Informasi di UNPARI didasarkan pada empat pilar utama yang saling terkait: kebutuhan pasar, kesiapan institusi, kontribusi pada pembangunan daerah, dan mandat kebijakan nasional. Revolusi digital telah menjadikan setiap perusahaan sebagai perusahaan teknologi. Sektor perbankan bertransformasi menjadi digital banking, ritel berevolusi menjadi e-commerce, pendidikan bergeser ke arah edtech, bahkan sektor pertanian dan pertambangan kini mengadopsi Internet of Things (IoT) dan otomatisasi berbasis data. Hasil riset lintas platform pencarian kerja menunjukkan bahwa lowongan di bidang teknologi informasi konsisten berada di 10 besar posisi paling dicari setiap tahunnya. Posisi seperti software engineer, data analyst, cyber security specialist, network administrator, dan IT project manager menjadi tulang punggung operasional perusahaan modern. Selama ini, konsentrasi lulusan TI masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.
Sementara itu, kota/kabupaten di luar pusat pertumbuhan konvensional mengalami kelangkaan talenta IT. Akibatnya, industri di daerah kesulitan merekrut tenaga IT lokal dan harus mendatangkan dari luar kota dengan biaya lebih tinggi.
Lulusan Teknologi Informasi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Ekosistem startup digital Indonesia tumbuh pesat dan menjadi salah satu yang terdepan di Asia Tenggara. Prodi Teknologi Informasi yang membekali mahasiswa dengan keterampilan membangun produk digital, memahami pasar, dan mengelola proyek teknologi akan melahirkan wirausaha-wirausaha baru berbasis inovasi.
"Dengan membuka Prodi Teknologi Informasi, UNPARI menegaskan posisinya sebagai pusat unggulan (center of excellence) di bidang teknologi informasi tingkat regional. Hal ini akan mendorong efek berganda (multiplier effect)," jelasnya.
Ia kembali menegaskan, lulusan Prodi Teknologi Informasi diproyeksikan menjadi talenta paling dicari tahun 2026 karena transformasi digital di sektor pemerintahan, perbankan, logistik, dan UMKM. Seperti Software Developer / Engineer, Web Developer, UI/UX Designer, Mobile Application Developer dan masih banyak lain nya.
Kampus yang kini dipimpin Rektor Assoc. Prof. Dr. H. Rudi Erwandi, M.Pd tersebut memiliki 24 Prodi untuk Program Kuliah S1, S2, dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Salah satu program S1-nya, yakni Prodi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.
Ketua Prodi Teknologi Informasi UNPARI Ahmad Marsehan, M.Kom saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID menjelaskan, Prodi Teknologi Informasi berdiri bersamaan dengan perubahan status STKIP PGRI Lubuklinggau menjadi Universitas PGRI Silampari atau UNPARI pada 18 Januari 2022. Di Prodi Teknologi Informasi UNPARI saat ini memiliki 5 dosen homebase prodi, dan semuanya sudah mempunyai jabatan fungsional.
Marsehan menjelaskan, Pembukaan Prodi Teknologi Informasi di UNPARI didasarkan pada empat pilar utama yang saling terkait: kebutuhan pasar, kesiapan institusi, kontribusi pada pembangunan daerah, dan mandat kebijakan nasional. Revolusi digital telah menjadikan setiap perusahaan sebagai perusahaan teknologi. Sektor perbankan bertransformasi menjadi digital banking, ritel berevolusi menjadi e-commerce, pendidikan bergeser ke arah edtech, bahkan sektor pertanian dan pertambangan kini mengadopsi Internet of Things (IoT) dan otomatisasi berbasis data. Hasil riset lintas platform pencarian kerja menunjukkan bahwa lowongan di bidang teknologi informasi konsisten berada di 10 besar posisi paling dicari setiap tahunnya. Posisi seperti software engineer, data analyst, cyber security specialist, network administrator, dan IT project manager menjadi tulang punggung operasional perusahaan modern. Selama ini, konsentrasi lulusan TI masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.
Sementara itu, kota/kabupaten di luar pusat pertumbuhan konvensional mengalami kelangkaan talenta IT. Akibatnya, industri di daerah kesulitan merekrut tenaga IT lokal dan harus mendatangkan dari luar kota dengan biaya lebih tinggi.
Lulusan Teknologi Informasi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Ekosistem startup digital Indonesia tumbuh pesat dan menjadi salah satu yang terdepan di Asia Tenggara. Prodi Teknologi Informasi yang membekali mahasiswa dengan keterampilan membangun produk digital, memahami pasar, dan mengelola proyek teknologi akan melahirkan wirausaha-wirausaha baru berbasis inovasi.
"Dengan membuka Prodi Teknologi Informasi, UNPARI menegaskan posisinya sebagai pusat unggulan (center of excellence) di bidang teknologi informasi tingkat regional. Hal ini akan mendorong efek berganda (multiplier effect)," jelasnya.
Ia kembali menegaskan, lulusan Prodi Teknologi Informasi diproyeksikan menjadi talenta paling dicari tahun 2026 karena transformasi digital di sektor pemerintahan, perbankan, logistik, dan UMKM. Seperti Software Developer / Engineer, Web Developer, UI/UX Designer, Mobile Application Developer dan masih banyak lain nya.
Kampus yang kini dipimpin Rektor Assoc. Prof. Dr. H. Rudi Erwandi, M.Pd tersebut memiliki 24 Prodi untuk Program Kuliah S1, S2, dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Salah satu program S1-nya, yakni Prodi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.
Ketua Prodi Teknologi Informasi UNPARI Ahmad Marsehan, M.Kom saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID menjelaskan, Prodi Teknologi Informasi berdiri bersamaan dengan perubahan status STKIP PGRI Lubuklinggau menjadi Universitas PGRI Silampari atau UNPARI pada 18 Januari 2022. Di Prodi Teknologi Informasi UNPARI saat ini memiliki 5 dosen homebase prodi, dan semuanya sudah mempunyai jabatan fungsional.
Marsehan menjelaskan, Pembukaan Prodi Teknologi Informasi di UNPARI didasarkan pada empat pilar utama yang saling terkait: kebutuhan pasar, kesiapan institusi, kontribusi pada pembangunan daerah, dan mandat kebijakan nasional. Revolusi digital telah menjadikan setiap perusahaan sebagai perusahaan teknologi. Sektor perbankan bertransformasi menjadi digital banking, ritel berevolusi menjadi e-commerce, pendidikan bergeser ke arah edtech, bahkan sektor pertanian dan pertambangan kini mengadopsi Internet of Things (IoT) dan otomatisasi berbasis data. Hasil riset lintas platform pencarian kerja menunjukkan bahwa lowongan di bidang teknologi informasi konsisten berada di 10 besar posisi paling dicari setiap tahunnya. Posisi seperti software engineer, data analyst, cyber security specialist, network administrator, dan IT project manager menjadi tulang punggung operasional perusahaan modern. Selama ini, konsentrasi lulusan TI masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.
Sementara itu, kota/kabupaten di luar pusat pertumbuhan konvensional mengalami kelangkaan talenta IT. Akibatnya, industri di daerah kesulitan merekrut tenaga IT lokal dan harus mendatangkan dari luar kota dengan biaya lebih tinggi.
Lulusan Teknologi Informasi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Ekosistem startup digital Indonesia tumbuh pesat dan menjadi salah satu yang terdepan di Asia Tenggara. Prodi Teknologi Informasi yang membekali mahasiswa dengan keterampilan membangun produk digital, memahami pasar, dan mengelola proyek teknologi akan melahirkan wirausaha-wirausaha baru berbasis inovasi.
"Dengan membuka Prodi Teknologi Informasi, UNPARI menegaskan posisinya sebagai pusat unggulan (center of excellence) di bidang teknologi informasi tingkat regional. Hal ini akan mendorong efek berganda (multiplier effect)," jelasnya.
Ia kembali menegaskan, lulusan Prodi Teknologi Informasi diproyeksikan menjadi talenta paling dicari tahun 2026 karena transformasi digital di sektor pemerintahan, perbankan, logistik, dan UMKM. Seperti Software Developer / Engineer, Web Developer, UI/UX Designer, Mobile Application Developer dan masih banyak lain nya.